Abon dan Dendeng Bercampur Babi Beredar

di kutip dari republika <=

Kamis, 02 April 2009 pukul 23:57:00

 

BOGOR — Dendeng dan abon tak halal bercampur daging babi hutan (celeng) kembali ditemukan. Produk itu ditulis sebagai daging sapi, bahkan dilengkapi logo halal.
Dinas Pertanian (Distan) Kota Bogor telah menemukan 19 bungkus dendeng saat merazia tiga pasar di Kota Bogor, yaitu Pasar Anyar, Pasar Bogor, dan Pasar Kebon Kembang. Ke-19 bungkus dendeng bermerek Piala Mas itu telah dimusnahkan dengan cara dibakar, Rabu (1/4).
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Distan, Sumtiyah Nur, mengatakan pihaknya telah curiga sebulan lalu. Kecurigaan terbukti setelah kandungan enzimnya diteliti di Balai Pengujian Mutu Produk Peternakan (BPMPP).
Pada bungkus dendeng Piala Mas tertera tulisan bahwa mereka pun memproduksi abon sapi. Di bungkus produk itu juga tertulis "halal". Piala Mas diproduksi di Cilacap, Jawa Tengah.
Seorang pedagang yang ditemui Republika di Pasar Anyar mengaku tak mengetahui kandungan babi di Piala Mas. Apalagi, telah ada label halal di kemasannya. ”Kalau tahu isinya daging babi, saya nggak akan mau jual,” kata pedagang yang enggan disebut namanya itu.
Wakil Direktur Pelatihan, Sosialisasi, dan Kajian Ilmiah Lembaga Penelitian Pengawasan Obat dan Makanan (LP POM) MUI, Anna Priangani Roswiem, mengatakan, kaum Muslim perlu berhati-hati memilih produk. Dendeng Piala Mas, kata dia, bukanlah satu-satunya produk haram.
Bagian tubuh babi, kata Anna, beberapa juga ditemukan pada es krim, keju, kosmetik, insulin, dan suplemen makanan. ”Untuk menghindari penggunaan produk-produk berbahan babi, masyarakat sebaiknya memperhatikan betul label halal dan sertifikasi MUI di kemasan produk.”
Selain merek Piala Mas, kandungan babi juga ditemukan pada abon dan dendeng bermerek Kepala Sapi. Kepala Sapi ditemukan di Bandung, Malang, Batu, dan Boyolali.
Badan POM (BPOM) saat ini sedang melakukan uji DNA atas Kepala Sapi. Sampelnya dikirimkan oleh Balai Besar (BB) POM Bandung, Surabaya, dan Semarang. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil lab sudah dapat diketahui,” kata Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Pangan BPOM, Tien Gartini Budhianto, kemarin.
Polda Jawa Barat telah menginstruksikan aparatnya untuk merazia dendeng dan abon bercampur celeng itu. ”Kami mem-back up,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Dade Achmad.
Produsen di Malang, kata Kepala BB POM Bandung, Agus Prabowo, telah diperiksa. Produk-produknya di Bandung pun telah ditarik. ”Jika masyarakat masih menemukan di pasaran, kami minta dilaporkan ke POM dan polisi,” katanya.
Tapi, hingga kemarin, Kepala Sapi masih beredar di Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kab Malang, dan Kota Batu. Padahal, hasil temuan Balai Penyelidikan Penyakit Hewan dan Kesmavet (BPPHK) Cikole, Lembang, Bandung, Jawa Barat–bahwa Kepala Sapi mengandung babi–telah terdengar di Malang.
”Untuk menarik dendeng atau abon sapi yang diperjualbelikan secara bebas di pasaran harus ada bukti kuat, hasil penelitian laboratorium,” kata Kepala Sub Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Peni Indriani. Kepala Sapi diproduksi CV Dendeng Raung Malang.c82/eye/jok/aji

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: