Elegi Buat Ratna

Tanggal Post : 03 March 2005
Judul : Elegi Buat Ratna (2)
Waktu : 02:17

Pengirim : gigolo132000
Email : gigolo132000@yahoo.com

Cerita ini merupakan kelanjutan dari ceritaku yang pertama dimana setelah kejadian dia mengulum penisku dan menampung spermaku di mulutnya kita masih sering ketemu dan melakukan hal itu berulang-ulang dan rupanya dia merasa gak puas Cuma melakukan oral sex hingga pada suatu hari dia menawarkan hal yang menurut aku nggak masuk akal.

Ratna : mas, gimana kalau penis kamu dimasukkin ke vagina aku pasti rasanya enak
Ion : hah gimana cara melakukannya ? di ruang tamu ini ?
Ratna : iya, gimana ? mau nyoba nggak ?
Ion : boleh juga deh

Tanpa banyak bicara dia langsung melepas cd nya dan memasukkannya ke dalam kamarnya, dia kembali dengan wajah berbinar. Langsung saja resleting celana jeans ku di bukanya dan dia mulai mengulum nya hingga penisku menjadi keras dan dengan membelakangiku dia langsung naik di pahaku sambil mengangkat roknya yang mini dan tangan satunya memegang penisku dan mulai memasukkannya kevagina nya. Mula-mulanya nya agak kesulitan juga memasukkan penisku tapi aku langsung megang memek nya dan mulai menggesek-gesekan jariku hingga basah kemudian aku tuntun pantatnya menuju penisku dan bless…, masuklah penisku kedalam vagina nya. Entah karena memeknya yang kecil atau penisku yang besar tiba-tiba dia menarik pantatnya hingga terlepas penisku dari memeknya. Dengan terengah-engah ia berkata bahwa Sangat terangsang sekali saat penisku masuk kedalam vagina nya.

Tetapi dengan perlahan dan pasti dia mulai menjilati penisku dengan rakusnya dan langsung memasukkan kepala penisku ke mulutnya dengan lahapnya. Begitu terasa olehnya sudah tegang sekali kembali dia berdiri dan mulai memasukkan penis ku ke dalam vagina nya, kali ini lebiih mudah mungkin karena dia sudah sangat terangsang dan memeknya sudah basah sekali.
Dengan pelan dia mulai menaik turunkan pantat nya dengan aku bantu memegangi pantatnya. Makin lama makin cepat temponya dia menaik turunkan pantat nya hingga tak berapa lama estela itu aku sudah tidak tahan dan aku berbisik..

"Rat, aku sudah nggak tahan neh sebentar lagi keluar oh… oh…,"
"Nggak apa-apa keluarin didalam aja." begitu kata ratna sambil terengah-engah.
"Wah jangan nanti kamu hamil, ditaruh mulut kamu aja."

Begitu aku protes. Dan ternyata dia sepertinya tidak mempermasalahkan maka begitu aku casi aba-aba dia langsung melepaskan pantatnya dari penisku dan langsung mulai mengulum dan mengurut cepat penisku hingga sperma ku keluar tumpah di mulutnya, dengan rakus dia melahap penisku yang sudah keluar sperma sampai bersih dan langsung melepasnya begitu dirasa sudah tidak ada sperma yang keluar dan langsung merapikan rok dan bajunya kemudian membuang nya di kamar mandi.

Dengan letihnya aku juga merapikan baju dan celana jeans ku, langsung aku mengambil gelas berisi es jeruk dan meminumnya sampai habis. Setelah dari kamar mandi ratna kembali ke ruang tamu sambil senyum-senyum dan berkata…

"Wuihhh hebat kamu yach, rasanya seperti melayang situ deh."

Sambil mengecup bibir ku lembut. Aku hanya tersenyum saja melihat kelakuan nya. Lalu kami saling berpelukan dan aku mencium mesra rambutnya yang wangi.

Dan tiba-tiba dia memandang ke arah ku sambil berkata pelan.

"Mas, bagaimana kalau kita ngelakuin kayak gitu tadi di hotel, pasti rasanya lebih siiip deh dan kita bisa dengan bebas ngelakuinnya gimana ?"

Aku sedikit bingung juga menjawab pertanyaan ini. Agak berapa lama aku terdiam sampai dia menggoyang tanganku dan aku tersadar.

"Wah gimana yach, soalnya aku nggak pernah ke hotel atau tempat sebangsa nya jadi aku nggak tahu dimana tempatnya."

Tanpa aku sangka ratna berkata,

"Kalau masalah itu, aku bisa tanya sama teman-teman aku yang pernah maen di hotel".

Aku hanya tersenyum mendengar keinginannya yang menggebu-gebu.

Seminggu setelah itu dia menghubungi aku via handphone,
Ratna : mas aku sudah dapat info dimana kita bisa menyewa hotel buat ml
Ion : dimana itu dik ?
Ratna : di hotel xxxxxxx , disini privacy dan keamanan terjamin
Ion : ok deh, kapan kita kesana ?
Ratna : sekarang bisa ?
Ion : ok deh, aku jemput yach
Ratna : ok, aku tunggu

Lokasi hotel ternyata didaerah pinggiran deket sebuah kampus PTS terkenal. Pertama kali kesana kami hanya lewat di depannya dulu untuk memastikan bahwa memang itu tempatnya, dan setelah agak jauh kami putar balik langsung menuju tempatnya. Ternyata hotel itu terdiri dari semacam kamar-kamar yang terpisah dan masing-masing mempunyai garasi sendiri. Begitu masuk pelataran hotel seorang office boy langsung memandu kami untuk memasuki salah satu kamar yang kosong.

Begitu sampai didalam kami berdua langsung berpelukan dan saling mencium, aku langsung menarik keatas tank top yang dikenakannya dan langsung melepas bra nya sambil aku pilin-pilin ke dua putingnya. Tak mau ketinggalan dia langsung melepas sabuk yang aku kenakan dan melorotkan celana dan cd ku hingga penisku mengacung tegak pas di hadapannya dan langsung di lahapnya dengan rakus sambil mengulum dan mengelus-elus kedua buah pelirku, sambil aku buka baju aku juga melorotkan celana panjang nya.

Karena nggak tahan di kulum langsung aja aku rebahin dia di tempat tidur lalu aku posisiin dia 69 supaya aku bisa menjilati memeknya yang ternyata wuih sedap banget bo. Ternyata ciuman bibirku di memeknya membuat dia terangsang banget sampai-sampai bibirku basah oleh cairan kewanitaannya yang berbau khas.

Karena sudah lama pengen ml ditempat yang bebas atau karena sudah terangsang ratna langsung aja melepas kulumannya pada penisku dan aku dipaksa terlentang hingga dia dengan ganasnya menaiki perut ku dan mulai mengarahkan penisku ke lubang vagina nya yang sudah mulai basah.

Dengan wajah penuh nafsu dia menaik turunkan pantatnya dan sambil bergoyang terus-menerus membuat aku mau tidak mau harus ikut mengimbangi permainannya. Kedua pahanya aku remas-remas hingga hal ini membuat nafsunya makin menjadi-jadi. Karena merasa tidak tahan dengan posisi ini aku langsung saja membalik dia agar menungging hingga kita melakukan doggy style. Sambil aku remas kedua payudaranya aku mengocok vaginanya lebih kencang hingga membuat dia semakin liar goyangannya. Lalu aku bailik lagi tubuh ratna dengan gaya konvensional dan langsung saja aku kulum kedua putingnya hingga membuat dia menggelinjang keenakan. Hingga akhirnya aku nggak tahan…

"Oh rat, aku dah mau keluar nih"

Dan tanpa disangka dia memaksa aku untuk telentang dan dia langsung saja mengulum penis ku denga rakusnya dan menyedot hingga aku sudah nggak tahan dan…

"Ah, aku mau keluar nih…"

Dia malah mempercepat kulumannya sampai aku memuncratkan sperma ku masuk di mulutnya dan dia dengan ganas menyedot hingga sudah tidak ada lagi sperma yang tersisa, semua masuk di mulutnya yang mungil dan dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membuang sperma ku.

Aku tergeletak lemas setelah di sedot penisku oleh ratna hingga spermaku serasa habis masuk semua kemulutnya. Dari kamar mandi dia langsung rebah di sampingku dan memeluk aku erat sekali. Dia tersenyum dan mengajak aku untuk ml lagi.

"Mas ayo kita maen lagi yo", kata ratna.
"Sebentar dong say aku mau istirahat dulu ok" kataku.
"Bagaimana rasanya spermaku say" sambungku lagi.
"Wuih rasanya asin gimana gitu lho" katanya manja.
"Kalau pengen enak lagi tuh sperma kamu telan aja say" kataku lagi.
"Yang bener mas, masak enak" sambil berkata begitu dia mulai mengulum batang penisku yang masih tertunduk lemas.

Karena aku masih capek, terpaksa aku cuma diam aja rebahan di tempat tidur sambil menikmati sisa-sisa orgasme
yang barusan dan kuluman bibirnya yang maut itu. Tidak berapa lama penisku sudah mengacung tegak dan tanpa berkata lagi dia langsung menaikki penis ku dan mulai memasukkannya ke dalam lubang vaginanya. Dengan segera dia mengoyangkan pantatnya hingga membuat nafsuku langsung naik lagi. Sambil memutar-mutar pantatnya dia sesekali menjilati dadaku dan aku juga nggak mau ketinggalan meremas-remas payudaranya hingga suaranya mendesah-desah nggak karuan. Cukup lama dia diatas ku sambil sesekali menduduki penisku agak lama yang menimbulkan sensasi luar biasa. Tak ketinggalan aku juga mengangkat tinggi-tinggi pantatku hingga serasa mentok ke lubang vagina nya. Karena capek dia meminta aku untuk diatas dan dia dibawah, kemudian aku miringkan tubuhnya dan aku masukkan penisku kedalam lubang vaginanya dari belakang lewat bawah kedua kakinya dan langsung aku sodok hingga masuk ke dalam lubang vagina nya.

"Terus mas, ohh rasanya mentok nih",

Kemudian aku ganti posisi dia tengkurap tapi pantatnya aku naikkan hingga membentuk segitiga tanpa melepas penisku dari vaginanya. Dan ternyata hal ini menambah sensasi yang luar biasa yang ratna rasakan dan aku rasakan. Hingga karena aku tidak tahan langsung aku lepas penisku dan aku telentang yang langsung dilahap penisku dengan mulutnya serta di kocok-kocok dan di kulumnya dengan cepat dan dengan cepat serasa ada yang mendesak kepengen keluar dari ujung penisku.

"Ohhh… ohh… rat aku sudah nggak tahan nih"

Dan dia mengerti maksudku hingga mengocok penisku lebih cepat dan..

"Arrghh, oh…. Sayang aku mau keluar nih…"

hingga membuat dia lebih mengatup eratkan mulutnya dan menampung semua sperma yang aku keluarkan hingga habis dan dia langsung menelannya pelan-pelan sambil tersemyum kepadaku dan berkata

"Seperti apa yach, hi hi hi" sambil tertawa.
"Nikmat sekali sperma kamu mas".

Setelah itu kami saling berpelukan dan istirahat hingga kami ketiduran sambil saling berpelukan. Setelah tidur yang cukup lama aku bangun dan ternyata ratna masih tertidur pulas dalam pelukanku. Aku langsung ke kamar mandi membersihkan diri sambil hujan-hujanan dibawah shower, entah sudah berapa lama punggungku di guyur oleh air, tiba-tiba dari belakang Ratna memeluk tubuhku hingga buah dadanya menempel hangat di punggungku. Sambil memeluk aku, tangan yang satunya memegang penisku dan mengosok-gosoknya hingga membuat perlahan-lahan tegak kembali. Mula-mula dia hanya mengosok-gosok saja, tapi lama-lama dia mulai arahkan mulutnya ke kepala penis ku dan di kulumnya dengan lembut. Aku Cuma bisa mendesah-desah dibawah shower sambil memegang kepala nya yang maju mundur melahap penisku dengan rakus. Karena aku lelah jadi aku biarkan saja dia mengulum semaunya dan ternyata dia mengerti apa yang aku mau. Makin lama makin hot saja dia mengulumnya ingá tak terasa 10 menit sudah berlalu dan ternyata seperti ada yang mau keluar dari dalam pangkal penisku sehingga aku makin menekan kepalanya kearah penisku lebih keras dan akhirnya keluarlah spermaku dan langsung masuk ke mulutnya serta ditelan semuanya tanpa sisa sehingga kami berdua kelelahan duduk dibawah shower sambil menikmati derasnya air hangat yang keluar serasa mandi hujan.

Stelah mandi dibawah shower kami lanjutkan lagi tiduran di tempat tidur sambil menunggu pesanan makan siang yang tertunda.

TAMAT

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: